Kamis, 05 Mei 2011

Al-Hikmah

Makna Dasar al-Hikmah
      Hikmah merupakan kata yang  masyhur di seluruh kalangan umat Islam,baik dari kalangan awam maupun kalangan ulama muslim.Dalam lingkungan masyarakat perkataan al-hikmah diartikan sesuatu yang padanya terdapat kemanfaatan.Menurut mereka sesuatu yang di dalamnya tidak terdapat hikmah merupakam hal yang rendah yang tidak patut di hormati,bahkan tidak di akui keberadaanya.Hal ini maklum terjadi,mengingat pemahaman mereka mengenai makna al-Hikmah itu sendiri,sehingga mereka melakukan kudeta berdasarkan pemahaman mereka.
      Sebenarnya dalam memaknai al-hikmah tidaklah seperti apa yang telah di pahami oleh masyarakat secara umum.Pada dasarnya al-hikmah memilki makna yang sangat bermacam-macam,sesuai cara pandang seseorang dalam mendefenisikannya,walaupun demikian tetaplah harus mengikuti kaidah-kaidah pendefenisian.  
Allah swt.berfirman :  
ÎA÷sムspyJò6Åsø9$# `tB âä!$t±o 4 `tBur |N÷sムspyJò6Åsø9$# ôs)sù uÎAré& #ZŽöyz #ZŽÏWŸ2 3 $tBur ㍞2¤tƒ HwÎ) (#qä9'ré& É=»t6ø9F{$# ÇËÏÒÈ
269.  Allah menganugerahkan Al hikmah (kefahaman yang dalam tentang Al Quran dan As Sunnah) kepada siapa yang dikehendaki-Nya. dan barangsiapa yang dianugerahi hikmah, ia benar-benar Telah dianugerahi karunia yang banyak. dan Hanya orang-orang yang berakallah yang dapat mengambil pelajaran (dari firman Allah).
       Dalam ayat tersebut terdapat beberapa poin penting yang perlu di garis bawahi dalam memaknai al-hikmah,(1)Al-Hikmah merupakan anugerah Allah swt,(2) Hanya di anugerahkan kepada orang yang di kehendaki,dari sini bisa di katakan bahwa al-hikmah hanya dimiliki oleh orang=orang tertentu,(3) merupakan karunia besar Allah terhadap mahluknya.
     
      Berdasarkan ayat tersebut dapat di perjelas bahwa al-hikmah mempunyai kedudukan yang  tinggi dalam tataran kehidupan di dunia ini.Hikmah bukanlah hal yang di dapat dari penginderaan ataupun penelitian lahir saja,dan juga bukan penelitian secara batiniyah,akan tetapi merupakan kolaborasi antar ke-duanya.(Shiddieqy,2001:5)
Ibnu sina menerangkan dalam risalah Ath Thabi’iyat sebagai berikut :
“Hikmah ialah mencari kesempurnaan diri manusia dengan dapat menggambarkan segala urusan,dan membenarkan segala hakikat baik yang bersifat teori maupun praktek menurut kadar kemampuan manusia”.
      Kemudian ibnu sina menerangkan,terdapat dua jenis hikmah,(1)Hikmah Nadhariyah adalah hikmah yang berkaitan dengan apa yang harus kita ketahui tanpa harus kita amalkan,(2)Hikmah Amaliyah adalah hikmah yang yang berkaitan dengan hal yang harus kita ketahui dan harus kita amalkan.
      Hikmah Nadhariyah di bagi tiga :
a.Hikmah Tabi’iyah adalah hikmah yang berkaitan dengan alam kebendaan yang bergerak dan berubah-ubah.
      b.Hikmah Riyadliyah Hikmah yang tidak berubah-ubah yang merupakan                   ketetapan yang tidak berganti-ganti namun ada kemungkinannya.  
c.Hikmah Illahiyah adalah hikmah yang sama sekali tidak dapat berubah-ubah karena zat-Nya di kehendaki kepada ada-Nya wujud ini,yaitu menegetahui tentang hal ke-Tuhanan.
      Hikamah Amaliyah di bagi menjadi tiga :
a.Hikmah Madaniyah merupakan hikmah yang berkaitan dengan kehidupan bergaul dengan sesame manusia.
b.Hikmah Manziliyah merupakan hikamah yang berkaitan dengan kehidupan berkeluarga.
c.Hikmah Khulqiyah merupakan budi-budi utama dan memelihara budi-budi itu.
     


     
      Sedangkan pengertian hikmah menurut Muhammad al-Khandzar adalah sebagai berikut :
وَمَن يُؤْتَ الْحِكْمَةَ فَقَدْ أُوتِيَ خَيْرًا كَثِيرًا
"Dan barangsiapa yang diberikan hikmah maka sungguh ia telah diberikan kebaikan yang banyak."
          Pada dasarnya ayat ini memilki pengertian yang sama dengan apa yang telah di jelaskan di atas,akan tetapi terdapat satu perbedaan mendasar dalam pengertian ini yaitu  selain adanya perpaduan antara hati dan jasmani ,orang yang memilki hikmah harus mampu memberikan kontribusi (baca memberikan hikmah) terhadap orang lain.Jadi menurut pengertian ini hikmah adalah mampu memberikan manfaat dari apa yang telah di dapatkanya (baca Ilmu) dari Allah kepada orang lain.
          Dalam kitab-kitab tafsir,hikmah di defenisikan dengan makana al-quran,terkadang dengan as-sunnah sesuai dengan konteks dari ayatnya.karena itulah hikmah terkadang di artikan sebagai pemahaman tentang al-quran dan al-hadist (al-Khandazar,www.Islam House.com:2005 di upload tanggal 03 desember 2010)
          Dari beberapa pengertian tersebut di ambil kesimpulan bahwa hakikat dari hikmah adalah kemampuan seseorang memahami dam menghayati hidup baik secara jasmani dan rohani dengan berdasarkan ilmu yang di dapat dari al-quran dan al-hadist dengan kesadaran diri untuk mengamalkan dan memanfaatkanya kepada orang lain,atau dengan kata lain memilki semangat yang tinggi untuk berjuang. 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar